Jumat, 31 Oktober 2008

Faktor Yang mempengaruhi Berat Bayi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah (Analisa data SDKI 1994)

Upaya untuk meningkatkan kualitas manusia seyogyanya harus dimulai sedini mungkin sejak janin dalam kandungan dan sangat tergantung kepada kesejahteraan ibu termasuk kesehatan dan keselamatan reproduksinya. Oleh karena itu upaya meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di Indonesia merupakan salah satu program prioritas.

Data yang ada saat ini memperlihatkan bahwa status kesehatan anak di Indonesia masih merupakan masalah. Angka kematian bayi masih tinggi yaitu sebesar 66.4 per 1000 kelahiran hidup dan 35.9% anak yang lahir mempunyai kategori risiko tinggi.

Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. Selain itu bayi BBLR dapat mengalami gangguan mental dan fisik pada usia tumbuh kembang selanjutnya sehingga membutuhkan biaya perawatan yang tinggi.

Angka BBLR di Indonesia nampak bervariasi. Dari beberapa studi kejadian BBLR pada tahun 1984 sebesar 14.6% di daerah pedesaan dan 17.5% di Rumah Sakit, hasil studi di 7 daerah multicenter diperoleh angka BBLR dengan rentang 2.1%-17,2 %, secara nasional berdasarkan analisa lanjut SDKI 1991 angka BBLR sekitar 7,5 %.

Tujuan utama dari analisa ini yaitu untuk mempelajari faktor-faktor yang mempunyai pengaruh terhadap kejadian bayi lahir khususnya bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Dalam hal ini faktor faktor yang mempengaruhi BBLR dilihat dari karakteristik sosial ekonomi (pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi), biomedis ibu dan riwayat persalinan (umur ibu, urutan anak, keguguran/lahir mati) dan pelayanan antenatal (frekuensi periksa hamil, tenaga periksa hamil, umur kandungan saat memeriksakan kehamilannya) .

Sumber data yang digunakan yaitu dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 1994. Sebagai unit analisis adalah bayi yang dilahirkan hidup dari wanita usia 15-49 tahun dan kelahirannya ditimbang (dalam kurun 5 tahun sebelum survai) .

Metoda analisa meliputi statistik deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik yang diperhatikan dan statistik inferensial (regresi logistik) untuk mempelajari hubungan serta peran variabel bebas dalam mempengaruhi kejadian BBLR.

Hasil analisa menunjukkan dari 20.449 wanita usia 15-49 tahun yang melahirkan bayi dalam kurun 5 tahun sebelum survai didapatkan 9158 bayi yang ditimbang dan 653 (7,1%) diantaranya adalah bayi dengan status bayi berat lahir rendah (BBLR).

BBLR bervariasi menurut propinsi dengan rentang 2,0 %-15,1% terendah di propinsi Sumatera utara dan tertinggi di Sulawesi Selatan. Berdasarkan umur kehamilan ditemukan 20,8% BBLR yang dilahirkan kurang bulan dan sebagian besar (79,2%) adalah BBLR pada kehamilan cukup bulan proporsi terbesar yaitu di daerah pedesaan.

Hasil analisa regresi logistik dari 9 variabel yang mempengaruhi kejadian BBLR hanya ditemukan 4 variabel yang berpengaruh secara bermakna terhadap kejadian BBLR. Variabel tersebut adalah frekuensi periksa hamil kurang dari 3 kali (OR= 1.24), umur ibu kurang dari 20 tahun (OR=1.50) pendidikan ibu SD ke bawah/tidak sekolah (OR=1,18) dan status ekonomi rendah (OR=1,34).

Beberapa saran untuk menurunkan bayi berat lahir rendah antara lain : 1) Meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda. Ibu hamil yang diduga berisiko, terutama faktor risiko yang mengarah melahirkan bayi BBLR harus cepat dilaporkan, dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu; 2) Pemantapan KIE pada ibu hamil antara lain penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda tanda bahaya selama kehamilan dan perawatan diri selama kehamilan agar mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan baik; 3) Hendaknya ibu dapat merencanakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat (20-34 tahun); 4) Perlu dukungan sektor lain yang terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatkan akses terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dan status gizi ibu selama hamil.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar TERBARU

CARA MEMBUAT TULISAN

Assalamu'alaikum

Teman2 Alumni yang ingin menulis di Blog ini caranya kirimkan tulisan melalui email ke putrasyah09@gmail.com dengan mencantumkan Nama Pengirim (isi tulisan maksimal 10 MB )

kirimkan alamat email ke putrasyah0904@gmail.com untuk dimasukkan dalam daftar penulis blog, selanjutnya buka email yg saya kirim dan ikuti  petunjuk di dalamnya. selanjutnya KLIK ciptakan account anda sekarang dan isi formulir yang disediakan.

Wassalam.


Membuat Komentar

Untuk membuat komentar, Klik komentar di bagian bawah masing-masing tulisan. selanjutnya tulis komentar di kolom Tinggalkan komentar anda, isi verifikasi kata, pilih identitas dan klik publikasikan komentar anda.