Ini curhat sebuah cangkir cantik yang jadi primadona etalase di toko suvenir. Doi bilang, “tau gak sih lo, dulu aku gak cantik. Boro-boro cantik dan dikagumi, orang ngelirik aja ogah. Ya, dulu aku hanyalah seonggok tanah liat yang tak bermanfaat.”
Suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Terus ia mulai memutar-mutar aku. Kebayang gak sih, pusing banget tahu. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Eh, dia malah bilang, “belum!” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi dia masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Nasib…nasib!
Penderitaanku belum berakhir. Malah tambah parah. Dia memasukkanku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi dia bilang “belum !”. Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Phew, akhirnya!
Kirain udah beres, ternyata belum. Setelah dingin aku dikasih pada seorang wanita muda (huhuy!) dan dan ia mulai mewarnai aku. Tapi, asapnya itu lho, nyesek banget. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu bilang “belum!” Lalu ia ngasih aku pada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik (huhuy lagi) mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Eits!..siapa tuh? Ini pasti mimpi. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik dan mempesona. Pangling banget bo! Hmm.. rupanya, semua penderitaanku yang lalu lumayan dibayar mahal oleh mereka”. Gitu ceritanya.
kekeke..sebenernyo ini cangkir cantik apocangkir ganteng yo?? bingung akuu..
BalasHapusiyo yo harusnyo itu cangkir guanteng kareno pas di angkat wanita cantik dio seneng buanget, jadi harusnya memang ganteng. he...he..he trimakasih koreksinya
BalasHapus