Seorang pekerja proyek bangunan memanjat tembok yang sangat tinggi. Suatu saat, dia harus ngasih kabar penting pada temannya yang ada di bawah. Berulang kali dia teriak memanggil temannya, tapi suaranya tertutupi oleh bising suara mesin-mesin proyek. Kedengeran nggak, suara abis iya.
Untuk menarik perhatian, pekerja itu melemparkan uang logam di depan temannya. Usahanya berhasil. Temannya berhenti bekerja, mengambil uangnya, kemudian kerja lagi. Usaha yang sama diulangi, hasilnya tetep nihil. Diperhatiin nggak, keabisan uang receh iya.
Akhirnya pekerja itu dapet ide. Ia mengambil sebuah batu kecil dan melemparkannya ke bawah. Yes!, batu itu tepat mengenai kepala temannya. Merasa kesakitan, temannya menengadah ke atas mencari sumber lemparan batu. Pekerja itupun berhasil menyampaikan kabar penting untuk temannya.
Nyadar nggak pren, terkadang Allah mesti ’menegur’ kita dengan ’batu kecil’ berupa musibah dan cobaan agar kita mengingat-Nya. Lantaran saat Allah melimpahkan rahmat seperti halnya ’uang logam’ untuk kita, kita lebih sering lupa mengingat-Nya.
mantap Jon....
BalasHapustapi skrg kito ditegor bukan lagi pake batu kecik tapi sudah pake bata men makonyo banyak2 bersyukur
BalasHapusAponyo yang mantap (Makan Tempat) yo Menk? Hee.he,,he..
BalasHapusmasih untung kalu batu bato untuk negur kito kalu ditegurnyo dengen mesin molen lebih parah lagi Jun!!!
BalasHapus