Sabtu, 21 Februari 2009

Prakonsepsi: Momen Tepat untuk Punya Bayi

Ada beberapa hal penting untuk Anda perhatikan jika Anda dan pasangan ingin segera punya momongan.

Kesiapan berdua. Proses kehamilan merupakan hasil kerja bareng antara suami istri. Dengan alasan itulah sebaiknya Anda berdua berhubungan seks yang teratur, terutama di masa subur. Di masa subur ini, sel telur yang sudah matang dilepas dari indung telur (disebut ovulasi).

Selanjutnya, sel telur akan menempati indung telur hingga sperma datang. Usia sel telur matang hanya bertahan 24 jam, sementara sel sperma bisa hidup dalam tubuh calon ibu hingga 2x24 jam. Sel telur ini akan mati jika tidak ada sperma yang membuahi. Sehingga selaput lendir rahim yang siap menerima hasil pembuahan akan runtuh dan keluar, yang disebut dengan menstruasi.

Keliru. Ada anggapan yang keliru, jika Anda dan pasangan jarang berhubungan seks, maka lebih besar kemungkinan Anda untuk hamil. Sebenarnya, pasangan suami istri lebih baik berhubungan seks secara teratur, misalnya, dua hari sekali atau paling tidak dua kali seminggu. Dengan juga menghitung hari subur Anda, kemungkinan Anda untuk hamil tentu jadi lebih besar, dibandingkan jika Anda hanya berhubungan di tanggal yang Anda perkirakan mengalami ovulasi.

Momen pas untuk pembuahan. Untuk menghitung masa subur, ada dua cara untuk menghitungnya:
Pertama, dengan sistem kalender, namun syaratnya, siklus haid anda harus teratur setiap bulannya. Jika siklus haid Anda 28 hari, maka ovulasi akan terjadi pada 14 hari ± 2 hari sebelum masa haid berikutnya.

Anda bisa menghitung jarak antara hari pertama haid yang sekarang dengan hari pertama haid yang berikutnya atau sebelumnya. Atau agar lebih pastinya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai masa subur.

Kedua, mengukur suhu tubuh basal. Suhu tubuh wanita biasanya akan naik sekitar 0,5ÂșC jika sedang ovulasi. Menghangatnya suhu tubuh ini karena hormon progesteron sedang menyiapkan selaput lendir rahim untuk menerima sel telur yang sudah dibuahi.

Tempat kerja. Hal lain, di luar kesuburan yang perlu diperhatikan calon ayah dan ibu adalah kebijakan di tempat kerja. Apabila Anda baru saja pindah kerja atau bekerja di bidang tertentu, perhatikan, apakah ada klausul yang menyebut bahwa di masa percobaan (biasanya 3 bulan sampai satu tahun pertama) Anda diperbolehkan hamil atau memiliki anak. Meskipun memiliki keturunan adalah hak Anda dan pasangan, tetapi ketentuan yang ada dalam kontrak atau perjanjian kerja sebaiknya dipatuhi untuk kebaikan Anda dan pemberi kerja. Tentu situasi kerja yang nyaman akan mendukung kondisi psikologis Anda. Sehingga, kemungkinan Anda kehamilan secara sehat dan seimbang lahir-batin bisa terwujud.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar TERBARU

CARA MEMBUAT TULISAN

Assalamu'alaikum

Teman2 Alumni yang ingin menulis di Blog ini caranya kirimkan tulisan melalui email ke putrasyah09@gmail.com dengan mencantumkan Nama Pengirim (isi tulisan maksimal 10 MB )

kirimkan alamat email ke putrasyah0904@gmail.com untuk dimasukkan dalam daftar penulis blog, selanjutnya buka email yg saya kirim dan ikuti  petunjuk di dalamnya. selanjutnya KLIK ciptakan account anda sekarang dan isi formulir yang disediakan.

Wassalam.


Membuat Komentar

Untuk membuat komentar, Klik komentar di bagian bawah masing-masing tulisan. selanjutnya tulis komentar di kolom Tinggalkan komentar anda, isi verifikasi kata, pilih identitas dan klik publikasikan komentar anda.